Kinanti Permata Jiwa

Catatan Dari Pinggiran Kota Ngawi.

Syair Yang Malang

Di antara malam yang melumpuhkan  tulang belulang.
Membekukan semua sunsum di tulang belakang.
Ku tatap langit sambil menjerit.
Teriakan kata dalam syair yang malang.
Jangan berkata tidak Baca selebihnya »

7 Agustus 2009 Ditulis oleh Kinanti | Coretan | | 1 Komentar

Kang.

Dalam sebuah pameran lukisan di antara keindahan goresan kanvas kau berkata : seniman hanya gemar menempel omong kosong dan menguras kantong,mencecerkan senyum di warung mesum kemudian Baca selebihnya »

26 Mei 2009 Ditulis oleh Kinanti | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

Awal Hari Kinanti.

Bulan purnama terang malam hari di lereng gunung lawu,seiring perjalan pulang anak semata wayang ke pangkuan bunda tersayang,dingin angin lembah menyusup tulang menelusuri desiran urat nadi menemani langkah sepanjang jalan penuh kenangan. Riuh khas binatang malam penghuni pepohonan di tiap kebun yang ku lewati Baca selebihnya »

23 April 2009 Ditulis oleh Kinanti | Coretan | , | & Komentar